[ Home ][ MajoPortfolio ][ MajoCV ][ MajoSongs ][ CD Database ]KuBisMy email address
[Indonesian Majolelo] [Free Email] [RSS Feed]
 

Arsip Blog

Majosoft
berdasarkan urutan pembuatan (mulai dari yang paling akhir):
Su Doku Helper - Bantu mecahin soal Su Doku. Maroptor - Pengacak kalimat. Zoomer - Alat bantu zoom browser (cuman bisa di IE!) KuBis - Kuda Abis Game gretongan.
Listen to my song
Review: Silent HillMonday, June 25, 2007 11:11 AM
Aku baru aja nonton felem horor yang diadopsi dari game, Silent Hill.Aku sih belum pernah mainin gamenya, tapi setelah liat filemnya, pengen juga mainin. Kayaknya game nya mirip Resident Evil 4 untuk PS 2. Tapi, perbedaannya adalah Resident Evil 4 itu agak-agak fiksi ilmiah gitu deh. Ada alasan di balik pembuatan makhluk-makhluk mutan itu. Semuanya itu terjadi karena adanya virus yang sangat aktif, sehingga walaupun orangnya udah mati, orang ini tampak terlihat hidup karena virus ini. Kedua filem ini bukan untuk orang yang gak suka serem-serem deh pokoknya.

Kalau RE4 kayak fiksi ilmiah, Silent Hill kayaknya sih gak gitu. Ada unsur-unsur roh atau relijius gitu deh. Tapi, aku sih nangkep pesan moral ceritanya. Filem ini ngajarin untuk jangan nuduh orang atas satu kesalahan tanpa bukti-bukti. Kalau kita mau menuduh seseorang, bisa jadi kita menanamkan ketakutan dalam jiwanya. Dan ketakutan itu pada akhirnya bisa berubah menjadi kebencian yang kemudian berubah menjadi dendam.

Plotnya sih udah oke. Tapi ada beberapa detail yang aku anggap kurang bisa memuaskan. Contohnya, makhluk-makhluk itu. Gak ada penjelasan koq bisa ada makhluk yang bentuknya aneh mirip orang, tapi darahnya seperti mengandung asam yang kalau kena jaket polisi bisa terbakar. Dan gimana tentang anak-anak kecil yang terlihat gosong? Siapa mereka itu? Gimana tentang kegelapan? Siapa dia? Koq bisa-bisanya muncul pada waktu tertentu? Gimana tentang para perawat itu? Aku harus akuin loh, untuk sebuah filem horor, muka-muka yang harusnya nyeremin ini gak bisa nyembunyiin body mereka yang sexy dalam seragam perawat itu. Belahan mereka nampaknya terlalu mengganggu penonton dan gak jadi serem deh. Paling gak, untukku, ini adalah salah satu adegan favoritku.

Adegan favoritku yang lain adalah di mana ketika si Kegelapan memagut salah seorang penduduk desa dan merobek pakainya. Belum selesai di situ, si Kegelapan mengulitu orang ini dengan tangan kosongnya hidup-hidup! Bener-bener mengerikan.

Secara keseluruhan, kalau kamu gak peduli dengan detail, inilah filem yang cocok untuk ditonton buat yang suka filem horor.
0 komentar]  [Permalink] Angelina Jolie tu Gemini LohTuesday, June 19, 2007 11:06 AM
Makin ke sini, kayaknya makin sering aja ngeliat Angelina Jolie dalam berita. Berita terakhir yang aku denger adalah dia lagi ngajarin anaknya, Maddox untuk belajar dengan bertelanjang kaki di Cambodia. Itu supaya dia gak lupa dari mana asalnya. Mereka berjalan di atas batu dan makan jangkrik(?). Biasanya sih, aku gak perduli dengan artis Hollywood. Tapi setelah baca berita yang ngasih tahu bahwa Angelina Jolie diteror karena sikapnya yang menentang pemerintahan Amerika dalam perang di Afganistan, aku jadi salut sama dia. Dia itu lebih dari sekedar body yang sexy dan bibir yang tebal. Bener-bener lebih dari itu. Dia punya prinsip. Perilaku kayak gini nih yang aku suka dari seorang cewek hot. Gak banyak loh yang kayak gini.

Yang bikin aku tertarik lagi adalah bahwa dia itu sama kayak aku, Gemini. Dia dilahirkan tanggal 4 Juni 1975. Waw...
0 komentar]  [Permalink] Bikin Bingung Aja DehMonday, June 18, 2007 3:35 PM

Gak siy, aku gak ngomongin lagunya Maroon 5 yang baru itu. Aku ini lagi prihatin sama kejadian di Melbourne Australi baru-baru ini. Kabarnya, satu orang tertembak mati dan 2 lainnya terluka oleh tembakan. PM Australia John Howard sekarang lagi mau buat UU Pistol. Kata dia, dia sudah berkampanye pelarangan senjata sejak pembunuhan massal di Port Arthur tahun 1996. Di tahun itu, senjata otomatis disebar besar-besaran. Kita mungkin masih ingat dengan kejadian menyeramkan yang sama di Virginia di mana banyak siswa tertembak mati oleh seorang maniak.

Emang mudah sekali ya menghancurkan sesuatu yang dibangun begitu lama. Hukum ini berlaku di mana aja. Kalau orang butuh berbulan-bulan malah bertahun-tahun untuk membangun satu gedung, maka perlu beberapa menit saja untuk meruntuhkannya. Kalau orang butuh waktu bertahun-tahun untuk menjadi tumbuh dewasa, cukup satu detik saja untuk menghapus nyawanya. Sepertinya, sifat manusia itu memang seperti itu. Itulah sebabnya kita: jangan membunuh. Aku sendiri tidak pernah memegang senjata seumur hidupku. Coba bayangkan, kalau seseorang tanpa alasan yang memadai, bisa memiliki sebuah senjata, apa yang akan dia lakukan kalau ada yang ganggu dia. Ujung jempolnya keinjek aja udah bakalan bikin dia nembak, kali.

Di kota besar tempatku tinggal, hal yang sama bisa aja terjadi. Ada berita di mana, di sebuah kemacetan, sebuah mobil menyenggol mobil lain. Salah satu supir gak terima dengan goresan itu, dan dia mulai ngacung-ngacungin senjata. Koboi bener deh. Pasti dia pikir dia itu keren dengan senjata itu. Coba kita liat dia berantem dengan tangan kosong satu lawan satu.

Tapi tetep, aku dibikin bertanya-tanya. Kalau kamu punya kuasa untuk menentukan mati dan hidupnya orang lain -tanpa perlu memikirkan akibatnya- apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana kalau ada seseorang mulai mengganggu kamu? Bagaimana kalau orang itu mengolok-olok kamu? Bagaimana kalau dia menghina kamu atau ibu kamu? Akankah kamu menarik pelatuknya? Atau, apakah seharusnya pemerintah itu menerapkan peraturan yang lebih ketat pada kepemilikan senjata. Kalau memang aturannya sudah ada, kenapa kita masih liat dan dengar berita perampokan bersenjata? Dari mana mereka bisa dapat senjata? Atau mereka itu malah pasukan bersenjata yang sedang menyamar dan butuh uang? Bikin bingung aja deh.

0 komentar]  [Permalink] Dilema 2007 1:59 PM

Inilah masanya di mana kita menghadapi sebuah dilema. Sebuah titik dalam hidupmu di mana kamu harus membuat keputusan yang tepat. Sebuah dilema, di mana apa pun hasilnya nanti, bisa mempengaruhi sisa hidup kamu. Inilah dia. Aku kini ada di persimpangan. Aku harus bisa memutuskan.

Di satu sisi, aku sekarang punya pekerjaan yang jam masuknya jam 8.30 pagi dan pulang jam 4.30 sore. Dengan begini, aku bisa luangkan waktu lebih banyak dengan keluargaku. Bayaranku sih ya, rata-ratalah. Aku bisa masukin anakku yang pertama ke sekolah. Aku bisa memberikan kehidupan yang layak untuk keluargaku. Paket kesehatan dari pekerjaanku yang sekarang ini mencakup kesehatan keluarga juga. Tapi, karirku gak berkembang di sini. Aku masih memegang posisi yang sama ketika aku masuk organisasi ini dan masih mengerjakan pekerjaan yang sama terus menerus. Gajiku cuman naik 20% dari pertama masuk. Padahal, aku udah kerja di organisasi ini selama 5 tahun. Seperti layaknya organisasi lain, yang ini juga banyak intrik-intriknya, tapi aku masih bisa ngadepin itu semua. Lokasi kantor juga oke. Letaknya ada di perempatan yang dari sini, bisa ke mana aja di kota ini dalam hitungan puluhan menit.

Tapi di sisi lain, aku dapet tawaran kerja yang jam masuknya jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Jam masuknya setengah jam lebih cepat daripada tempatku yang sekarang, sedangkan pulangnya setengah jam lebih lambat. Jadinya, aku mungkin gak akan bisa lebih banyak dengan keluarga lagi. Bayarannya emang lebih dari 50% dari yang sekarang, tapi paket kesehatannya lebih sedikir. Keluarga tidak akan menerima konsultasi kesehatan. Tapi, aku bisa bikin karir di sini. Dalam satu atau dua tahun dari sekarang, kalau aku bisa jaga profesionalismeku, aku mungkin akan mengalami kenaikan pangkat dan bisa melakukan hal yang lebih. Aku masih belum ada gambaran mengenai cara kerja perusahaan ini. Lokasi kantornya lebih ke utara dari tempat kerjaku sekarang. Bakalan ngalamin macet nih, dan waktu tempuhnya lebih panjang.

Aduuh. Dilema banget gak sih. Padahal dari dulu aku berharap banget bisa dapet gaji lebih dan bisa dipercayakan mengelola proyek dan melakukan hal yang lebih berarti. Dan sekarang waktunya udah tiba, eh malah bingung. Dua atau tiga tahun yang lalu, karir mungkin nomor satu. Aku dulu pengen banget ngembangin karir, apa pun caranya. Sekarang ini, pas aku udah enjoy dengan hidup yang santai, bisa meluangkan waktu dengan istri dan anak-anak, aku malah nempatin karir jadi nomor dua. Keluarga itu harusnya jadi nomor satu! Mungkin inilah inti dari semua ini. Di tempat aku ditawarin kerjaan baru ini tidak mencakup kesehatan keluarga. Masalahnya, aku mungkin gak akan dapat kesempatan seperti ini lagi. Aku mungkin bakalan meratap dan menyesal sesisa umur hidupku kalau aku ngelewatin kesempatan ini. Kalau aku gak ambil kesempatan ini, lima tahun dari sekarang, aku mungkin masih melakukan pekerjaan yang sama dan masih memegang posisi yang sama. Aku bakalan nyeselin kesalahan ini.

Tapi, kalau aku ambil kesempatan ini, aku mungkin gak akan lebih banyak bersama keluargaku daripada yang sekarang ini. Kayaknya semua jadi pilihan antara: karir atau keluarga. Ya Allah, ringankanlah pikiranku. Aku butuh bimbingan-Mu.

0 komentar]  [Permalink] American Idol: 3 TeratasWednesday, May 16, 2007 2:53 PM

Dengerin nih, konstestan American Idol sekarang tinggal 3. Sapa yang bakalan menang? Kita akan tahu nanti malam. Aku punya tebakan sendiri nih.

Minggu lalu kita udah liat Lakisha cabut. Sayang banget sebenernya. Suaranya itu bagus, harusnya dia masuk 3 teratas. Kayaknya bener tuh apa kata mereka bahwa Simon ngasih ciuman maut ke dia. Minggu sebelum dia dicopot, Lakisha dikasih penilaian yang gak biasanya dengan bilang kalau Simon pengen cium dia aja sesudah dia nyanyiin lagu. Mereka jadi ciuman . Minggu lalu, pas lagi 2 kontestan di atas panggung di mana salah satunya harus pergi. Simon nebak Lakisha yang bakalan pigi. Dia ternyata benar. Susah loh mengganggap Simon ini sebagai orang yang brengsek. Dia itu cuman mengungkapkan apa yang ada di pikirannya walaupun kebenaran itu pahit. Harusnya kita puji dia.

Balik ke fokus utama, sekarang cuman ada Blake, Melinda dan Jordin. Beberapa minggu lalu, kita liat Jording itu hampir aja dihapus. Dia ini kayaknya dapet mujizat atau apa gitu sampai bisa selamet ke final 3 teratas. Dia oke-oke aja sih. Tapi, kayaknya kurang cukup untuk bisa menjadi yang teratas. Kalau Melinda, dengan pengalamannya sebagai bek vokalis, kayaknya dia bisa juga menang. Tapi, kalau dibanding dengan Blake, kayaknya bakalan jadi tantangan buat dia karena, dalam pandangan saya, dia bisa ngasih warna baru untuk American Idol.

Ciri Blake yang membuatnya unik adalah kemampuannya jadi human beatbox. Itu loh yang bikin suara-suara kayak dijey gitu. Kan kita udah denger Ruben Studdard nyanyi, kita udah denger Fantasia nyanyi. Tapi Blake, kalau menang, bisa ngasih nuansa baru. Sensasi baru. Warna yang baru. Kayaknya yang tinggal bakalan 2 ini. Perasaanku bilang... waaah.. gak tahu lah. Ya deh, kalau dipaksa, kayaknya Blake yang bakalan jadi American Idol.

0 komentar]  [Permalink] Kegilaan EmailWednesday, May 2, 2007 9:35 AM

Hingga hari ini, aku mungkin udah pakai Internet kira-kira 15 tahunan lah. Aku udah sering pakai email, ngebrowse website, kirim file, apa aja. Gak heran kalau kerjaanku sekarang berbasis web. Tapi, ada beberapa hal yang bisa ngganggu aku kalau lagi online. Beberapa di antaranya aku bisa tangani, lainnya bisa bikin aku nulis artikel ini.

Setiap waktu aku cek email aku kadang nerima email-email yang pernah aku dapetin 5 atau 10 tahun yang lalu. Koq bisa ya email kayak gini bertahan hidup? Padahal email ini gak informatif juga gak seru. Orang-orang yang baru bisa pakai Internet kayaknya seneng banget ya bisa main email. Mereka bisa nerima email seru: dibaca dan terus dikirim ke temen-temen dan milis. Aku emang gak pernah ngeluh nerima email basi kayak gitu, tapi sekarang ini koq kayaknya susah juga nahan perasahaan keganggu ini.

Email-email ini kan udah masuk inbox ku, makan tempat quota ku, dan mereka juga dari orang-orang yang belum tentu aku kenal. Belum cukup ngirim email basi, beberapa di antara pemula Internet ini bertindak jauh dalam kekonyolan mereka dan memforward email ngerjain. Mereka ngasih alesan kayak, "hehehe.. jangan marah ya, aku sendiri juga kena dikerjain email ini." Halah, aku dah pake Internet 15 tahun dan email kayak gini bisa ngerjain aku? Gak deh! Yang bikin aku ngerasa dikerjain adalah bahwa mereka ini ngirim email basi. Aku pada dasarnya seneng aja email-email lucu. Aku seneng lelucon. Tapi, mereka semua itu harus orisinil. Mereka semua juga harus bermanfaat. Aku bisa tahu email itu bagus atau enggak dengan baca subyeknya. Kalau gak menarik, aku pasti akan hapus tanpa perlu ngebuka.

Menurutku, para pemula Internet harusnya dimasukin kursus atau apa gitu sebelum mereka dilepas di depan komputer dengan akses tanpa batas ke Internet. Mereka juga harusnya dihukum atas kekonyolannya mengirim email basi. Boleh aja kamu bilang aku ini orangnya reseh dan brengsek. Tapi kalau kerjaan kamu berhubungan dengan TI, kamu pasti setuju denganku.

0 komentar]  [Permalink] Bean, Mr. BeanFriday, April 27, 2007 1:44 PM

Filemnya lagi banyak diputer di bioskop dan banyak serial TV nya diputer di sore hari, Mr. Bean kayaknya ada di mana-mana. Aku jadi gak nahan untuk bertanya-tanya apakah karakter Mr. Bean itu bodoh atau enggak. Emang sih, dia ngelakuin banyak hal konyol. Tapi kalau dipikir-pikir, semuanya itu masuk akal loh.

Karakter fiktif ini dihidupkan oleh seorang lulusan Oxford, Rowan Atkinson. Sebagai insinyur, gak heran kalau karakter yang diciptakan ini tahu banyak tentang pekerjaan kreatif. Dia udah kayak MacGyver, cuman aja konyol. Mr. Bean kayaknya tahu aja gimana ngatasin masalah. Di seri kartunnya di Discney Channel, dia nunjukkin kayaknya dia lebih punya banyak skill dibanding kita semua. Dia tahu gimana caranya motong rumput, cabut gigi sendiri dan nambel, pokoknya hampir semuanya deh. Di seri TV versi orang, kita bisa liat gimana dia bisa menuhin mobil Morris nya dengan alat-alat dan masih bisa disetir. Kita juga bisa liat gimana dia bisa ngejaga bayi.

Aku pernah liat acara di TV, udah lamaa sekali. Acaranya tentang gimana si Rowan Atkinson merencanakan acara Mr. Bean ini. Aku kagum juga loh gimana dia merencanakan semuanya. Maksudku, semuanya, mulai dari set, storyboard, dan malah gerak tubuh dan raut muka! Kalau ini dateng dari seorang insinyur, kita harusnya menghargai kejeniusannya.

Mr. Bean emang keliatan dan berlaku konyol, dan suaranya yang rendah dan susah didengar itu loh. Tapi dia itu jenius dalam dunianya sendiri. Dia memiliki cara berpikir yang beda dari orang normal. Apa mungkin karena dia itu makhluk luar angkasa ya?

0 komentar]  [Permalink]
Ads by Majolelo
Nu Green Tea
JobInfo@Majolelo.com (IT Only)


MajoShoutbox
Search this blog:

Blogs

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Copyright © 2006 by Majolelo
All contents are downloadable unless otherwise mentioned.
Majolelo does not take any responsibilities upon damage caused by using the content.
Use them at your own risk.